05 April 2009

surat untuk CPCSku..

Kali ini saya ingin bercerita mengenai si Cinta Pertama itu. (sebenarnya juga Cinta Sejati, tapi berhubung terlalu panjang tulisnya, lets say it just by Cinta Pertama ya) Terakhir saya bertemu dengannya adalah saat pernikahannya berlangsung.
Yep. Dia sudah menikah. Malahan mungkin sedang menanti kehadiran putra/putrinya sekarang.
Saya datang pada acara pernikahannya bersama Pat, sahabat saya.
Itu adalah salah satu pengalaman hidup yang tidak pernah bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya dulu berpikir, saya tidak pernah akan kuat jika harus melihat orang yang saya cintai bersanding dengan wanita lain di pelaminan. (Jadi teringat tulisan ini beberapa waktu lalu)
Tapi nyatanya, ketika saya hadir disana semua terasa begitu indah. Kegembiraan yang tersiar. Melihat senyummu yang begitu renyah. Pelukmu yang begitu hangat. Sentuhmu yang begitu sayang. Ya. Saya berani yakin, saya mampu berbahagia untuk kebahagiaanmu.
Walau tak bisa dipungkiri (pun disembunyikan) bahwa hati ini hancur. Cemburu begitu dahsyat. Kehilangan sebagian esensi kehidupan saya yang kerap mandikan kerinduan akan hadirmu.
Dirimu sudah menjadi miliknya. Dia yang bukan aku.
Sungguh bersyukur saya tidak pingsan di dalam ruang resepsi itu.

Terimakasih karena sudah menerimaku dengan baik ya?!
Kamu tak menyangka aku akan datang, aku pun tidak menyangka kamu akan memeluk dan menciumku.

Baik.
Setelah itu, saya tidak lagi pernah berkomunikasi dengannya. Walaupun begitu ingin.
Hingga suatu hari ada seorang teman saya yang memberi tahu apa id YM miliknya. Tidak buang waktu, saya pun meng-add dia untuk menjadi teman di YM saya.
Jarang kami mempunyai kesempatan untuk chatting. Hanya sesekali dan itupun dengan durasi yang tidak lama.

Sampai tiba waktu kemarin malam. Ketika tanpa alasan yang jelas saya menulis status YM: "permisi.. numpang kentut yess?". Dan ia pun menjadi gatal untuk tidak berkomentar mengenai status saya.
Pembicaraan pun mengalir begitu alami dan begitu panjang. Hingga akhirnya membahas mengenai hubungan kami terdahulu. Saling menyalahkan pun tak terhindarkan.

Ternyata kita masih sama-sama seperti itu ya. Tidak mau kalah. Hehe..

Dan melalui tulisan ini, saya ingin sekali mengucapkan terimakasih teramat sangat kepada dirinya. Entah dia akan membacanya atau tidak.

Aku minta maaf atas seluruh perbuatan aku sejak dulu yang mungkin pernah menyakiti hati kamu. Sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Ternyata masalahnya hanya kesalahpahaman dan keegoisan kita untuk membenarkan apa yang kita percayai tapi bukan apa yang menjadi fakta. Juga emosi semata.
Aku minta maaf karena tidak pernah bisa mengambil kesempatan untuk mengungkapkan perasaan terdalam yang ada di hati ini di depanmu.
Aku minta maaf karena tidak cukup keras berusaha agar kita kembali bersama, dulu.
Aku menyesali segala keterlambatan itu.
Terimakasih karena telah bersedia mendengarkan curahan hatiku dan membahas masalah itu dengan kepala dingin.
Terimakasih karena telah menjawab beberapa pertanyaanku yang tertimbun selama 13 tahun belakangan ini.
Terimakasih karena telah menginjinkanku ada di dalam hidupmu dan tinggal di hatimu.
Terimakasih karena masih menjadi sosok yang aku kenal. Sosok yang selalu aku sayangi.
Terimakasih karena telah bersedia mengerti.

Aku minta maaf. Aku menyesal. Aku berterimakasih.

Suatu hari. Aku ingin mengatakan ini di hadapanmu. Semoga kesempatan itu ada.

Begitulah.
Surat untuk Cinta Pertama dan Cinta Sejati saya.
Tidak perlu panjang-panjang. Yang lain-lainnya langsung diberitahu ke orang yang bersangkutan saja.
Hey.. Tidak semua hal tentangku harus kau tahu kan?? :D

Terimakasih semesta untuk perjalanan hidup ini.

Pat, Mahalier and a lil 'bout him

Sebenarnya pengen cerita tentang kejadian hari kemaren, tanggal 4 April 2009 yang rasa-rasanya sungguh hari yang luar biasa. Tapi berhubung semalam saya sudah tepar dan tidak mampu mengetikkan satu kata pun lagi, baiklah. Ceritanya akan saya bagi sekarang saja ya.

Kemarin seperti biasa, waktunya saya pulang ke rumah di Bintaro dari kost-an saya di daerah Pancoran sana. Niat awal pulang pagi-pagi, hancur seketika saat saya menengok Twitter saya. Tertulis bahwa salah seorang sahabat baik saya, melamar kekasihnya melalui Twitter. Sebenarnya saya sangat bahagia untuknya, sungguh senang menerima berita itu dari dia. Tapi yang menjadi kekesalan saya, kenapa saya tidak diberitahu sebelumnya. Saya merupakan orang ke sekian yang mengetahui hal itu, mengingat komunitas Twitternya jauh lebih banyak dari saya.
Jelas saya tidak terima.
Silakan menilai saya sesuka kamu, tapi tetap saya tidak terima, Pat.
Namun sama sekali tidak mengurangi kebahagiaanku untukmu.

Nah. Setelah berkutat dengan kekesalan, akhirnya saya malas pulang tuh. Saya putuskan untuk menuliskan beberapa tulisan untuk mengupdate blog saya yang satunya.
Hari menjelang siang, giliran saya menengok ke FB, dan saya teringat kalau ada sahabat saya lainnya yang tinggal di daerah Blok M sana. Saya pikir, enak juga nih ketemuan, mengingat sudah lama juga kami tak bergosip ria. Toh arah pulang saya melewati Blok M juga.
Saya sms lah si Aish ini. Tanggapannya sih biasa-biasa saja. Soalnya dia ada jadwal ujian di hari senin untuk Diklatnya di Depkeu dan dia katanya pengen belajar. Saya mengerti. Tapi saya sedikit memaksa dan minta ke dia hanya ketemuan makan siang saja, tidak usah jalan-jalan. Habis gimana. Sudah kangen sekali.
Lalu dia bilang, mau hubungin sahabat saya satunya lagi si Refie. Dan singkat kata, Refie ada acara dan baru bisa ketemuan sore hari. Padahal saya tidak terlalu berminat jika harus sampai malam hari. Maklum. Sudah berasa lelah.

Saya putus asa.
Tetap belum memutuskan untuk pulang ke rumah jam berapa, tapi saya malahan bersih-bersih kamar, menyapu dan mengepel. Lalu saya mandi.
Sehabis mandi, saya menghubungi kembali si Aish. Saya bilang, saya mau jalan pulang sekarang, kalau berminat untuk bertemu, saya tunggu di Blok M.
Eh ternyata eh ternyata, dia setuju dan diputuskanlah tempat ketemuannya di KFC Mulawarman, dekat dengan kost-an dia.
Begitu saya sudah berada di bis, tiba-tiba Refie telp, dan dia bilang 10 menit lagi sampai KFC.
Ahhh.. Betapa bahagianya saya akan bertemu dengan kedua sahabatku ini. Di dalam bis, saya sudah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.

Akhirnya kami bertemu.
Sudah bisa ditebak, kalau Aish datang paling belakangan. Memang sudah bakatnya dia seperti itu. Haha..
Semua masih sama. Kehangatan itu. Kebiasaan-kebiasaan kita. Ketawa ngakak yang menggelegar. Benar-benar serasa KFC itu milik kami bertiga.
Perhelatan gosip pun sudah dimulai. Maaf bagi orang-orang yang kami gosipi. Tidak bermaksud ngomongin kok. Cuman pengen update informasi diantara kami bertiga. Hehe..
Aish masih dengan kebiasaan makan yang lama. Refie masih dengan kebiasaan cuci tangannya, dasar miss bersih. Dan saya, masih dengan kebiasaan saya mendengarkan dan menyimak mereka berdua berceloteh. (tidak mau ketahuan apa kebiasaannya, haha.. you tell me lah girls)
Setelah 2 jam berlalu, kami pun memutuskan untuk pulang. Sebenarnya sih belum cukup, sama sekali ga ada apa-apanya, mengingat biasanya kalo di kost-an Mahali dulu, kami bisa ngobrol sampe pagi. Bahkan dengan kondisi besoknya mau ujian. Eh salah ya, kalo mau ujian malah kita tidur ya girls? Hehe..
Tetapi Refie ada acara mau ke melayat bersama kedua orang tuanya, sedangkan Aish, katanya sih mau belajar. Dan saya, yaahh.. tidak semuanya harus kalian tahu kan?? :D
Akhirnya kami berpisah.

Perjalanan saya pun dilanjutkan dengan bis jurusan Blok M - Bintaro.
Perjalanan cukup lancar. Sesampainya di Bintaro, saya mampir di Tamani Cafe dulu. Saya ngidam Green Tea Latte-nya.
Setelah puas nongkrong sendirian, saya pun pulang.

Sampai dirumah, saya online di YM dengan status "permisi.. numpang kentut yes??".
Dan rupanya ada yang terganggu dengan status saya itu.
Untuk cerita yang ini, dilanjutkan di posting berikutnya ya..

Intinya, hari kemarin menyenangkan.
Kekesalan saya dibayar dengan kebahagiaan saya berkomunikasi dengan orang-orang yang saya rindukan.
Kedua sahabat saya.
Dan cinta pertama saya.

Aish dan Refie:
Terimakasih untuk pertemuan singkat kemarin ya. Lain kali harus lebih lama lagi.

Cinta Pertamaku:
Terimakasih untuk segala penjelasan dan ungkapan hati yang telah terucap.

I miss you.. I love you all..